Jasa pembuatan website & Software Aplikasi

Showing posts with label framework laravel. Show all posts
Showing posts with label framework laravel. Show all posts

Tutorial Laravel Membuat Register dan Login Form

Hello teman-teman semua, pada kesempatan sebelum nya kita sudah membuat proyek laravel pertama kita menggunakan Laragon, jika masih ada yang belum paham dapat dilihat disini (Tutorial Instalasi Laravel Menggunakan laragon). Kali ini saya akan membahasa bagaimana caranya membuat form register dan login pada framework laravel. Yuk cus langsung aja :

1. Yang pertama kita lakukan adalah membuat struktur tabel yang akan digunakan,maka kita buka file 2014_10_12_000000_create_users_table yang ada dalam folder \database\migrations
tambahkan role
2. Lalu pada cmd/tterminal kalian ketik  php artisan make:seeder UserSeeder
 lalu enter tapi sebelum itu kalian harus memastikan bahwa konfigurasi database kalian telah benar bisa kalian di database.php dalam folder \config dan juga .env pada project kalian.

ketikan perintah diatas pada terminal

.env file

config/database.php
3. Langkah selanjutnya kita isi databasenya pada UserSeeder.php pada folder \database\seeds ini tidak wajib sih karena kita dapat mengisikan datanya pada saat register nanti
mengisi data tabel
4. Lalu buka DatabaseSeeder.php pada folder \database\seeds\
pastikan nama kelasnya sama dengan UserSeeder tadi
5. Lalu buka cmd/terminal buat php artisan migrate:refresh --seed
untuk merefresh database agar data masuk
6. Kalian dapat dapat melihat ke database apakah data tadi sudah masuk atau belum
tabel telah terisi
7. Selanjutnya pada cmd/terminal kita buat perintah php artisan make:auth

untuk membuat form login dan register
8. Lalu agar setiap yang register menjadi user/member maka kita buat pada RegisterController.php pada folder app\Http\Controllers\Auth\
tambahkan role sebagai user
9. Lalu pada database struktur tabel user kita rubah sedikit pada kolom role
default role adalah user
10. done.. yuk monggo dicoba
halaman register
Setelah berhasil register langsung masuk ke home
halaman login
Alhamdulillah tutorial kali ini sudah selesai, cukup mudah kan membuat form register dan login karena kita sangat terbantu dengan fitur Auth dari laravel, untuk memodifikasi tampilannya dapat kita rubah pada file blade.php nya. Keep Calm and Stay Cool









Continue Reading

Tutorial Untuk Pemula Membuat Proyek Laravel dengan Laragon


Web & software agency bogor

Hello sobat, pada artikel sebelum nya saya sudah jelaskan apa itu framework laravel, kali ini saya akan menjelaskan cara instalasi framewrok laravel menggunakan laragon. kenapa menggunakan laragon? karena ketika menggunakan web server XAMPP pasti anda akan mengalami kesulitan karena terlalu banyak yang akan di install sebagai pendukung berjalannya laravel di windows. Laragon sangat mempermudah para pemula untuk belajar tentang framework laravel, laragon sendiri dapat di download di situs resmi nya yaitu laragon.org. Ketika ingin mendownload kalian akan di beri pilihan apakah ingin mendownload Largon Apache atau Laragon Nginx (Engine X). Bagi kalian yang belum tau perbedaan keduanya saya akan jelaskan sedikit. Kalo Apache memiliki fitur yang lengkap untuk pengembangan web dan kalo Nginx itu lebih berfokus pada kecepatan akses sebuah website apabila memiliki traffic yang tinggi dan juga lebih hemat RAM.


Proses instalasi laragon sangat mudah, cukup menentukan direktori tempat kita menginstal dan beberapa konfigurasi seperti apakah laragon langsung berjalan ketika PC di hidupkan atau tidak tinggal diceklis jika iya dan sebagainya. Lalu next sampai proses instalasi selesai.

Setelah proses instalasi selesai kita dapat melihat database dengan klik database pada laragon otomatis akan membuka browser. User default nya adalah "root" dan password nya kosong


gambar di atas merupakan hasil screenshoot dari panel laragon ketika sudah kita Star All Service MySQL dan Nginx, untuk membuka jendela database klik button Database dan akan muncul penampakan sebagai berikut :


pada kolom pengguna otomatis akan terisi user root adalah user default, kata sandi kosongkan, dan untuk pilihan Database ceklis mysql lalu klik button Buka, dan taraaaa berikut penampakan jendela database nya :


yuk ah cus sekarang kita mulai buat proyek laravel menggunakan laragon, cara nya gampang banget yaitu dengan klik kanan pada panel laragon -> quick create -> laravel.

Waliwis Technologies
Membuat Proyek Laravel
Memberi nama proyek
Klik button Ok dan selanjutnya akan muncul command windows, pastikan kamu punya koneksi internet karena akan ada beberapa package yang di download

Tunggu sampai proses selesai

yeaaah akhir nya proses Instalasi sudah selesai 
sekarang kita lihat hasil nya, buka web browser dan ketikan pada alamat URL namaproyek.dev . kalo saya WebLaravel.dev dan hasil nya simsalabim abra kadabra taraa

WebLaravel.dev


Alhamdulillah, selesai juga tutorial ini, pada tutorial berikutnya saya akan jelaskan bagaimana cara membuat Login, Register dan CRUD menggunakan framework laravel. Keep Calm and Stay Cool







Continue Reading

Pembuatan Website Menggunakan Framework PHP Laravel

Hello apa kabar? semoga kabar nya dalam keadaan baik semua ya...
Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang Framework PHP Laravel, sebelum saya jelaskan tentang teknis mari kita pelajari sejarah nya terlebih dahulu.

"Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah (JASMERAH)" [Bung Karno, Pidato HUT Proklamasi, 1966]

Pertama Kali Dibuat

Agustus 2009 PHP 5.3 dirilis, salah satu fitur baru yang dikenalkan pada PHP versi tersebut yaitu Anonymous Function atau disebut Closures (Untuk seterusnya hanya akan disebut Closures saja) tampil sebagai fitur yang penting dalam masa depan pengembangan bahasa pemrograman PHP termasuk Framework PHP. Setelah PHP versi 5.3 populer, sayangnya beberapa framework hanya mementingkan kompatibilitas dari Frameworknya dengan PHP versi lama sehingga tidak memanfaatkan fitur Closures tersebut. Nah ini menjadikan Taylor Otwell (Pencipta framework laravel) membuat framework laravel yang menggunakan fitur Closures tersebut. Akhirnya Laravel pertama kali dibuat pada tanggal 9 Juni 2011 dengan mengeluarkan versi beta.

Laravel Versi 1

Juni, 2011. Di awal rilis, sebagai framework MVC (Model View Controller) Laravel memasukkan fitur otentikasi bawaan (Built-in Authentication), Eloquent ORM sebagai pengelola database, model dengan relasi, routing, caching, session, views, penambahan library dan modules, form dan HTML helpers sebagai pembangun tampilan dengan HTML, serta beberapa fitur dasar lainnya. Dengan versi tersebut framework ini sudah dapat digunakan sebagaimana framework mestinya.

Sebenarnya Laravel versi 1 ini belum bisa disebut sebagai framework MVC. Kenapa ? Karena dalam framework MVC terdiri dari M yaitu Model (Pengelola database), V yaitu Views (Pengelola antarmuka), dan C yaitu Controller (Pengelola logika, bisa disebut inti). Sayangnya dalam Laravel versi 1 ini belum ada Controller, walaupun fungsi controller dapat dimasukkan ke dalam routing namun cara tersebut kurang efektif apalagi jika aplikasi web yang dibuat menjadi semakin besar. Aneh kan jika file routing memiliki ukuran lebih dari 1 MB, ini juga akan menyulitkan para programmer yang menggunakannya karena kode tidak tertata rapih.

Dalam versi 1 ini ada beberapa versi minor yang dirilis dengan menambahkan banyak fitur seperti method dan validation.

Laravel Versi 2

November, 2011. Karena programmer lebih suka dengan penulisan syntax yang rapih, akhirnya Laravel versi 2 sudah mendukung controller. Semua itu bisa dicapai oleh Otwell dan komunitas Laravel dalam waktu beberapa bulan. Akhirnya Laravel dapat memenuhi syarat sebagai framework MVC.

Dalam Laravel versi 2 terdapat fitur Templating Engine bernama “Blade” guna mempermudah proses developing pada sisi front-end atau view. Fitur ini sangat membantu serta mempercepat proses pembuatan website.

Laravel Versi 3

Februari, 2012. Laravel versi 3 dirilis dengan fitur pengetesan, fitur command line bernama “artisan”, database migration, serta banyak fitur lain. Laravel versi 3 menjadi lebih stabil dan juga sudah bisa dibandingkan dengan framework php lain yang sudah lama lahir. 

Banyak programmer yang tertarik dengan laravel dikarenakan perkembangannya yang cukup cepat. Bahkan forum-forum laravel mendapat banyak pengguna baru saat itu. Ini merupakan titik paling penting dalam pengembangan framework tersebut untuk kedepannya.

Laravel Versi 4

Mei, 2013. Laravel versi 4 melakukan perombakan hampir pada semua kodenya. Semua itu dilakukan demi menjaga stabilitas dari framework tersebut. Kode-kode laravel ditulis ulang dalam bentuk package yang lebih rapih dan mudah untuk dikonfigurasi. Penulisan ulang tersebut juga membuat komponen-komponen dapat dengan mudah terintegrasi dengan framework termasuk framework lain.

Laravel 5 (terbaru)

Saatnya Mengenal Laravel 5, dengan berbagai fitur baru maka aplikasi yang kamu buat sebelumnya di Laravel versi 4 tidak bisa langsung di upgrade ke Laravel 5 dikarenakan ada perubahan beberapa struktur dari framework tersebut.

Berikut beberapa pembaharuan di Laravel 5:
  • Struktur folder baru, folder yang ada pada direktori root akan lebih sedikit dibandingkan dengan Laravel 4. Sturktur folder yang berubah mungkin akan membuat kamu bingung saat migrasi ke laravel 5 ini.
  • Laravel Blades, laravel Blades yang tadinya seperti ini {{ untuk escape html dan {{{ tanpa escape html. Nah di laravel 5 yang seperti ini {{ digunakan untuk meng-echo data tanpa escape html dan yang ini {!! untuk escape html.
  • Contracts.
  • Route Cache, Kamu dapat menggunakan syntax route::cache untuk mencache route yang sudah kamu buat agar lebih cepat.
  • Facades and Helpers, fungsi Facades yang sering digunakan diganti dengan Helpers agar penggunaan lebih efisien. Seperti menggunakan facades View::make() bisa langsung dipanggil dengan helpers view() saja.
  • Middlewares, jika sebelumnya di laravel 4 kamu menggunakan filter, di laravel 5 ini fungsi filter digantikan oleh middlewares.
  • Controller Method Injection.
  • Socialite, memudahkan integrasi aplikasi laravel kamu dengan social media lain seperti facebook, twitter, serta social media lain.
  • dotEnv detection.
  • Laravel Elixir.
  • Laravel Scheduler, berfungsi mengatur cron job.
  • New dd(), diklaim lebih baik daripada var_dump bawaan PHP sendiri.
  • Eloquent Attribute Casting.
  • Integrasi dengan lebih banyak database.
  • Menghapus fitur error handles bernama Whoops.
  • Tambahan artisan command.
Intinya, dengan menggunakan framework Laravel 5 aplikasi yang kamu buat akan lebih cepat selesai. Sebenarnya ada satu lagi framework yang sedang tenar setelah Laravel. Sayangnya framework tersebut muncul didahului oleh Laravel dan karena Laravel terlalu populer hingga framework tersebut menjadi seperti tidak ada. Kejam sekali yah wkwkwk, padahal dia adalah framework tercepat karena tidak lagi menggunakan interpreter seperti PHP melainkan bahasa C yang sudah di compile. Apa??? Cepat dong berarti, yaiyalah jelas cepat karena itu dia dijuluki framework PHP tercepat hahaha. oh ya lain kali akan saya bahas tentang framework yang dijuluki framework PHP tercepat itu.
Continue Reading